TAMAN PUPUTAN BADUNG



Taman Puputan Badung memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi, hal ini terkait dengan Perang Puputan Badung, yang terjadi pada tanggal 20 September 1906. Saat itu rakyat Bali berperang sampai titik darah penghabisan melawan tentara Belanda, lebih baik mati berkalang tanah daripada hidup dijajah, yang dikenal dengan istilah "Puputan" dan selalu diperingati setiap tahunnya. Sebuah monumen "Monumen Puputan Badung" dibangun di tempat ini, menggambarkan semangat para pejuang Bali saat itu walaupun hanya bersenjatakan 'keris dan bambu runcing', mereka pantang menyerah.

Taman Puputan Badung terletak di pusat kota,tempat ini sering dijadikan sebagai tempat berekreasi masyarakat lokal setiap sore hari, khususnya pada hari libur dan setiap hari Minggu sore dipentaskan kegiatan seni dan budaya untuk anak-anak dan masyarakat umum. Demikian pula umat Hindu biasa menggunakan tempat ini untuk melaksanakan kegiatan keagamaan seperti Tawur Agung Kesanga, Hari Raya saraswati danlain-lain.

Komentar